top of page
  • karyajayautamaweb

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Selamat tanggal 2 Mei 2024, Selamat Hari Pendidikan Nasional! Rating dari 1-10, seberapa penting Pendidikan menurut Sobat KJU? Menurut mimin 10! Pendidikan sangat penting untuk kehidupan manusia dalam aspek apapun. Mari mengingat sedikit tentang perjuangan pahlawan pendidikan kita yaitu Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia pada masa penjajahan Belanda, memiliki kontribusi monumental dalam pengembangan sistem pendidikan di Indonesia. Dan mengenai semboyannya, tentunya kamu sudah pernah mendengar tentang Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, bukan? Semboyan ini adalah prinsip dasar yang menginspirasi pendekatan KI Hadjar Dewantara terhadap pendidikan.


Hari Pendidikan Nasional

Referensi dari buku Ki Hadjar Dewantara: Pemikir dan Perjuangannya oleh Suhartono Wryopranoto dkk, Ki Hadjar Dewantara adalah tokoh pelopor dalam bidang pendidikan Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Sosok yang lahir pada 2 Mei 1889, juga dikenal sebagai Raden Mas Soewardi Soerjadiningrat adalah seorang tokoh pendidikan, budayawan, jurnalis, dan politisi Indonesia yang memiliki dampak besar dalam perkembangan pendidikan di Indonesia.


Perjuangannya dalam politik dan pendidikan, membuat Ki Hadjar Dewantara dihormati oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI), dengan memberikan jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ki Hadjar Dewantara meninggal pada 26 April 1959 dan tanggal kelahirannya, 2 Mei, ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh bangsa Indonesia sebagai penghargaan yang tinggi.


Hari Pendidikan Nasional: Makna Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.


Dalam warisannya, Ki Hadjar Dewantara mewariskan semboyan yang menjadi moto Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yaitu “Tut Wuri Handayani” atau secara lengkapnya “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.”


Istilah ini awalnya diperoleh dari pengalaman Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan. Dia belajar dari dua pendidik terkenal, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabindranath Tagore dari India.


Menurut Ki Hadjar Dewantara, kedua sistem pendidikan yang mereka terapkan sangat cocok untuk diadopsi di Indonesia. Dari penggabungan kedua sistem itu, Ki Hadjar Dewantara menemukan konsep yang harus diikuti dan menjadi karakteristik utama, yaitu “Patrap Guru.”


Patrap Guru adalah teladan guru atau pemimpin yang memberikan contoh baik bagi para murid dan masyarakat secara umum. Maka dari itu, Ki Hadjar Dewantara mencetuskan istilah tersebut.

Berikut adalah istilah yang dicetuskan beserta artinya yang dikutip dari buku Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Multi Kultural dan Kearifan Lokal (PKBMKKL) Sebagai Perancangan dan Panduan Bagi Para Fasilitator Provinsi dan Sekolah oleh Harus dkk.


1. Ing Ngarsa Sung Tuladha

Ing ngarso bermakna di depan atau di muka, sung atau isung berarti saya, dan tuladha artinya teladan. Sehingga istilah ini memiliki arti “di depan memberikan contoh atau teladan.”

Ini berarti bahwa seorang pemimpin harus menjadi contoh yang baik bagi orang lain, berperilaku baik, dan menjadi panutan. Jadi, menjadi pemimpin berarti memberikan contoh yang baik kepada orang-orang di sekitarnya.


2. Ing Madya Mangun Karsa

Ing Madya artinya di tengah-tengah, mangun berarti membangun, karsa artinya kemauan. Sehingga memiliki arti yang dapat disimpulkan seperti “di tengah-tengah membangun kemauan atau cita-cita.”

Ini mengandung pesan bahwa seorang pemimpin harus bisa memotivasi orang di sekitarnya, memberikan semangat, dan menciptakan suasana yang kondusif untuk produktivitas. Mereka harus mampu membangkitkan semangat orang lain dalam bekerja.


3. Tut Wuri Handayani

Sedangkan, tut wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani artinya memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Istilah tersebut memiliki arti yakni “dari belakang memberikan dorongan moral atau semangat.

Ini berarti seorang pemimpin juga harus mendukung dan memberi dorongan kepada orang-orang di belakangnya. Mereka harus memberikan dukungan moral dan semangat kepada rekan-rekan kerja atau bawahan mereka. Dorongan moral ini membantu memotivasi dan menginspirasi orang lain.

Demikianlah ulasan terkait semboyan dari Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Selamat Belajar!

0 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page